SULUT PUSARAN ONLINE-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi menutup Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 melalui Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, dari wilayah Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara, perhatian masyarakat tertuju pada penanganan pascabencana angin puting beliung. Selain itu, disampaikan pula apresiasi terhadap bantuan bibit pertanian yang diberikan pemerintah pusat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa hasil reses tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata. Aspirasi yang disampaikan masyarakat, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.
“Hasil reses ini memuat potret riil kebutuhan masyarakat. Pemprov berkomitmen menyelaraskannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan sesuai skala prioritas,” ungkap Gubernur Yulius.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen. Ia menyambut baik komitmen pemerintah provinsi dan berharap berbagai usulan masyarakat yang telah diserap melalui reses dapat diwujudkan melalui dukungan alokasi fiskal pada tahun mndatang.
“Maka dari itu, dengan diketuknya palu sidang, Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 resmi ditutup dan dibuka Masa Persidangan Pertama Tahun Anggaran berikutnya,” pungkasnya.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan pimpinan BUMN dan BUMD, serta perwakilan perguruan tinggi se-Sulut. ***






